Posts Tagged ‘studi di Belanda’

Serasa Juara

Siapakah calon pemenang Kompetiblog 2010 ?

Pengumuman pemenang Kompetiblog Studi di Belanda 2010 tinggal menghitung hari. Dalam beberapa hari kedepan kami akan informasikan siapakah yang berhak mendapatkan hadiah utama berupa kesempatan Summer Course di Utrecht, termasuk juara ke-2 dan ke-3.

Sebetulnya nama pemenang telah kami kantongi, akan tetapi sebagai bocoran kami ingin mengucapkan selamat dulu kepada 29 nama yang tulisan dalam blognya masuk dalam 30 tulisan terbaik pilihan juri . Pertanyaan berikutnya adalah, kira-kira siapakah diantara nama-nama berikut yang berhak mengikuti Summer Course di Utrecht?

Ke-29 nama berdasarkan urutan abjad adalah:

1. Ahmad Arif Nurrahman

2. Ahmad Zainul Ihsan Arif

3. Andika Hendra Mustaqim

4. Anindya Mutiara Dianingrum

5. Arief Setiawan

6. B.Triarani Susy Utami

7. Benazio Rizki Putra

8. Diah Dzihrina

9. Dian Wahyu

10. Eka Trisno Samosir

11. Fanny Fajarianti

12. Ferdias Ramadoni

13. Ifta Choiriyyah

14. Istiqamah Hafid

15. Jie Wahyono Kusumo

16. Marissa Saraswati

17. Mochammad Aditya Mukti

18. Mohamad Subchan Sholeh

19. Nur Ali Muchtar

20. Patricia Wahyu Haumahu

21. Pembayun Sekaringtyas

22. Rahmah Rahma

23. Rina Oktaviyanthi

24. Sari Rachmatika

25. Suci Lestarini Nurhayati

26. Tri Mulyani

27. Trinanti Sulamit

28. Yangki Suara

29. Yosua Kristianto

Tunggu pengumumannya di blog kompetiblog, website Neso Indonesia dan blog Studi di Belanda.

Ini dia pengumuman yang membuat hati saya berdebar-debar tak karuan seperti seorang kekasih menanti jawaban pujaan hati atas deklarasi cintanya. Selengkapnya

Tangkap Angin, Salurkan Air




Sahabat Alam Bernama Belanda (Bagian Kedua-Habis)

Tak ada yang istimewa dari kaleng biskuit itu. Bentuknya biasa saja, persegi. Namun, gambar yang tercetak di bagian depan kaleng akan membuat anda langsung tahu asal kaleng itu. Tampak seorang gadis dengan pakaian tradisional khas sembari menenteng keranjang rotan mungil di tangan kirinya. Di kiri-kanannya hamparan bunga tulip berjajar rapi di samping permadani rumput, sedang di belakangnya menjulang bangunan kincir angin. Sampai di sini, anda pasti tahu darimana asal kaleng biskuit tadi. Ya, Belanda. Selengkapnya

Laut Dibendung, Tanggul Dibangun

Sahabat Alam Bernama Belanda (Bagian Pertama)

Belanda merupakan negara dengan hampir separo area wilayahnya berada di bawah permukaan air laut. Nama Netherlands pun sejatinya berasal dari kata Belanda “nieder” yang berarti rendah dan “land” yang berarti tanah. Persoalan geografis ini membuat pusing rakyat Belanda. Mereka pun melakukan adaptasi dengan kondisi alam yang kurang bersahabat itu.

Prioritas utama yang harus dilakukan adalah mencegah tumpahnya air laut ke daratan. Oleh karena itu, Belanda segera membuat pematang raksasa berbentuk bukit pasir yang membentang di wilayah utara Belanda. Di dalam pematang itu lantas ditanami berbagai jenis rumput, belukar dan pohon yang dimaksudkan sebagai perekat. Setelah sekian lama, tanah pasir yang ini pun menjadi daratan. Namun, masih ada sisa kumpulan air dalam danau-danau kecil, berbentuk telaga. Sisa air ini kemudian dikeringkan dengan jalan memompa airnya keluar. Hasilnya, luas daratan makin bertambah (Kompasiana, 25 Maret 2010).

Upaya berikutnya adalah membangun pelindung berupa ratusan tanggul besar dan kecil yang dilengkapi kincir yang membentang di pinggir laut dan sungai yang tanahnya rendah. Tanggul membentang dari Belgia hingga Provinsi Frisland dan Groningen di Utara Belanda. Ketinggian tanggul disesuaikan dengan tinggi rendahnya letak tanah di pinggir sungai atau kanal masing-masing. Belanda juga membangun dam di antara dua daratan yang dinilai rawan dan berbahaya. Sebagian dana untuk mengapungkan daratan Belanda itu disedot dari sumber daya alam nusantara yang dibawa VOC pada abad ke-17 sampai ke-19. Selengkapnya