Posts Tagged ‘kompetiblog’

Tangkap Angin, Salurkan Air




Sahabat Alam Bernama Belanda (Bagian Kedua-Habis)

Tak ada yang istimewa dari kaleng biskuit itu. Bentuknya biasa saja, persegi. Namun, gambar yang tercetak di bagian depan kaleng akan membuat anda langsung tahu asal kaleng itu. Tampak seorang gadis dengan pakaian tradisional khas sembari menenteng keranjang rotan mungil di tangan kirinya. Di kiri-kanannya hamparan bunga tulip berjajar rapi di samping permadani rumput, sedang di belakangnya menjulang bangunan kincir angin. Sampai di sini, anda pasti tahu darimana asal kaleng biskuit tadi. Ya, Belanda. Selengkapnya

Iklan

Laut Dibendung, Tanggul Dibangun

Sahabat Alam Bernama Belanda (Bagian Pertama)

Belanda merupakan negara dengan hampir separo area wilayahnya berada di bawah permukaan air laut. Nama Netherlands pun sejatinya berasal dari kata Belanda “nieder” yang berarti rendah dan “land” yang berarti tanah. Persoalan geografis ini membuat pusing rakyat Belanda. Mereka pun melakukan adaptasi dengan kondisi alam yang kurang bersahabat itu.

Prioritas utama yang harus dilakukan adalah mencegah tumpahnya air laut ke daratan. Oleh karena itu, Belanda segera membuat pematang raksasa berbentuk bukit pasir yang membentang di wilayah utara Belanda. Di dalam pematang itu lantas ditanami berbagai jenis rumput, belukar dan pohon yang dimaksudkan sebagai perekat. Setelah sekian lama, tanah pasir yang ini pun menjadi daratan. Namun, masih ada sisa kumpulan air dalam danau-danau kecil, berbentuk telaga. Sisa air ini kemudian dikeringkan dengan jalan memompa airnya keluar. Hasilnya, luas daratan makin bertambah (Kompasiana, 25 Maret 2010).

Upaya berikutnya adalah membangun pelindung berupa ratusan tanggul besar dan kecil yang dilengkapi kincir yang membentang di pinggir laut dan sungai yang tanahnya rendah. Tanggul membentang dari Belgia hingga Provinsi Frisland dan Groningen di Utara Belanda. Ketinggian tanggul disesuaikan dengan tinggi rendahnya letak tanah di pinggir sungai atau kanal masing-masing. Belanda juga membangun dam di antara dua daratan yang dinilai rawan dan berbahaya. Sebagian dana untuk mengapungkan daratan Belanda itu disedot dari sumber daya alam nusantara yang dibawa VOC pada abad ke-17 sampai ke-19. Selengkapnya