Posts Tagged ‘Jun Honna’

“Demokrasi di TNI Telah Mati”

Jun Honna dikenal sebagai “Indonesianis” yang banyak menulis tentang militer di Indonesia. Dalam analisanya, demokrasi di TNI yang dibangun Letjen Agus Wijoyo, almarhum Letjen Agus Wirahadikusumah dan lainnya di masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kini telah ‘mati’. Jun menilai reformasi di tubuh TNI terhambat oleh sebagian besar kalangan TNI yang tidak menyukai terjadinya reformasi di tubuh militer. Berikut perbincangannya dengan M. Subchan Sholeh dari Surabaya News pada 26 Juni 2003 tentang militer di masa transisi, pengaruh militer dalam demokrasi di Indonesia dan perbandingannya dengan negara lain.

Jun Honna (Dok. JICA)
Jun Honna (Dok. JICA)

Bagaimana anda memandang militer di masa pemerintahan Gus Dur dan Megawati? Adakah perbedaan antara keduanya?

Ada perbedaan sangat signifikan. Setelah jatuhnya Presiden Suharto, tuntutan dan tekanan (pressure) masyarakat dan internasional terhadap militer sangat kuat di tahun 1998 agar militer harus menyesuaikan dirinya di jaman baru.

Jadi waktu itu inisiatif atau motivasi dari dalam TNI sangat kuat untuk mereformasi dirinya. Saya kira, di tahun 1998 ada kegiatan TNI untuk mereformasi dirinya. Tetapi setelah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden, Gus Dur memakai TNI sebagai alat politik. Jadi itu memusingkan TNI sehingga tidak heran di masa kepemimpinan Gus Dur itu hampir 100 persen tentara menjadi anti Gus Dur dan anti reformasi.

Selengkapnya

Iklan