Koran, Semangka Pucat dan Tusuk Gigi

Kumpulan cerita humor dari milis seberang. Baca dengan seksama dan siapkan perut anda dari goncangan hebat.

KORAN

Si Tina ( umur 8 tahun ) di suruh ibunya menjaga adiknya yang sedang bermain, karena ibunya sedang memasak. Ketika sedang bermain, si bayi makan koran hampir habis 1 halaman. Tentu saja si Tina kaget.

Tina : “Ibu si Adik makan koran sampe mau habis !.”

Ibu : “Appaaaa!, dengan kagetnya sambil berlari dan merebut sisa koran yang ada. Lalu dengan tenangnya si ibu menjawab.

Ibu : “Nggak apa- apa kok itu koran bekas, kirain koran yang baru ibu beli.”

TAKSI GELAP

“Pak, tolong saya Pak… saya habis ditodong oleh sopir taksi gelap yang membawa saya dari bandara!

“Seperti apa ciri-ciri wajah sopir itu?”

“Yaah, namanya saja taksi gelap, Pak..mana bisa saya lihat wajahnya Pak.”

TUSUK GIGI

Seorang majikan marah-marah soalnya tusuk gigi di meja makannya cepet banget habis.

“Bik, apakah Bibik sering mengambil tusuk gigi? Tiap hari kok makin berkurang?!” tanya sang majikan pada pembantunya.

Sambil sedikit gemetar si pembantu menjawab, “Wah, bukan saya tuan, wong saya kalau habis pakai tusuk gigi pasti saya kembalikan ke tempatnya lagi.”

BUANG AIR

Di sebuah WC umum tertulis: Buang Air Kecil Rp. 2.000,- ; Buang Air Besar Rp. 1.000,- .

“Wah gila, mahal juga kencing di sini. Ah, bilang aja buang air besar. Penjaganya nggak tahu ini, ah,” batin Eko yang lagi kebelet.

Setelah selesai, ia keluar dan menghampiri penjaga toilet.

“Bang, buang air besar, Bang,” kata Eko sambil menyodorkan selembar duit ribuan.

“Wah, kurang Bang!” jawab si penjaga toilet.

“Kok bisa? Di situ kan ditulis kalo buang air besar bayarnya cuman seribu perak!”

“Gini Bang, kalo Abang buang air besar pasti dibarengi buang air kecil, tapi kalo buang air kecil nggak mungkin barengan sama buang air besar!”

“Jadi?”

“Ongkosnya 3.000 perak, Bang!”

KAKEK DAN ANAK PUNK

Seorang kakek tengah duduk di bangku taman sambil menikmati indahnya sore hari. Tiba-tiba seorang anak muda bergaya punk duduk di sebelah si kakek. Rambut anak muda itu dicat kuning dan hijau, sementara rambut-rambut yang berdiri dicat oranye dan ungu. Di sekeliling matanya dikasih warna hitam. Kakek itu bengong menatap si anak punk.

Merasa terganggu oleh tatapan si kakek, si pemuda punk bertanya,

“Eh, Kek, kenapa liat-liat? Emangnya dulu waktu muda nggak pernah gila-gilaan ya?!”

Setelah menarik napas dalam, si kakek menjawab, “Tentu saja pernah. Dulu aku pernah mabuk berat, dan ketika mabuk itulah aku memperkosa seekor burung kakatua. Aku lagi bertanya-tanya, jangan-jangan kamu adalah anakku.”

GUE BILANGIN AMA BAPAK ELO

Suatu hari ada seorang anak kecil mencuri mangga dari pohon milik tetangganya dan tertangkap basah oleh si pemilik pohon tersebut lalu si pemilik pohon itu berkata dengan nada berteriak :

“Hei ! dasar bandel, ayo! turun eloe dari pohon mangga gue. Entar gue bilangin ama bapak elo ye !”

Tetapi si anak bukannya segera turun malah dia mendongak ke atas pohon sambil berkata, “Pak, cepetan turun, Pak , kita udeh ketahuan !”

TIDAK BILANG SIAPA-SIAPA

Ceritanya Pak Bedu jengkel banget. Setiap kali pohon mangganya berbuah, pasti buahnya dicolong oleh orang-orang entah dari mana. Tapi kalau ditungguin malingnya nggak pernah datang. Giliran ditinggal, mangganya hilang. Banyak lagi.

Saking kesalnya Pak Bedu menaruh kertas besar di pohon mangganya dengan tulisan. “Tuhan tahu siapa yang mengambil mangga ini.”

Dengan lega ia meninggalkan pohon mangganya. Berharap si pencopet terketuk hati nuraninya. Esok harinya lagi-lagi mangganya hilang, tapi tulisan di kertas itu bertambah.

“Tuhan tahu siapa yang mengambil mangga ini, tapi Tuhan tidak akan bilang siapa-siapa.”

SEMANGKA PUCAT

Seorang bapak berniat membeli semangka pada seorang pedagang di pasar. Dengan jaminan si pedagang bahwa semangkanya berwarna merah, bapak tersebut membelinya kemudian dibawa dengan motor. Di tengah jalan, terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sehingga semangka tersebut jatuh dan pecah. Ternyata warnanya masih belum merah benar alias masih muda. Dengan geram, bapak tadi balik ke penjualnya.

Pembeli : “Ternyata sampeyan ini penipu, katanya semangkanya merah ternyata masih putih begini.”

Dengan tenang si penjual bertanya,”Kok pecahnya seperti ini, tadi kenapa pak ?.”

Pembeli: ” Jatuh dari motor!!”

Penjual: “Kayaknya semangkanya kaget pak, jadi pucet”.

NYEBUT SEP

Suatu hari, Mang Usep, si penjual sayur keliling yang masih muda belia, ditabrak mobil. Si penabrak langsung ngacir meninggalkan si korban yang tergeletak di sisi jalan dan orang-orang sekitar yang memaki-maki. Orang-orang segera berkerumun menolong Mang Usep, tukang sayur kesayangan mereka.

Kondisi Mang Usep sangat parah. Darah meleleh di sekujur tubuhnya. Nampaknya ajal sudah dekat. Seorang ibu, tidak tega melihat keadaannya. Beliau mendekat Lalu berkata, “Nyebut….Sep. … Nyebut….!”

Maksudnya agar Mang Usep mengingat nama-Nya di saat-saat terakhir. Mang Usep, dengan kekuatan terakhirnya berusaha menggerakkan bibirnya. Dia lalu berkata dengan nyaring, “SAYUUUUUURRR. ……..”

MEMELAS

Seorang anak berlari menemui ibunya di dapur.

Anak : “Bu, minta uang.”

Ibu : “Buat apa?”

Anak : “Itu, di depan rumah ada orang yang berteriak memelas.”

Ibu : “Apa teriakannya? ”

Anak : “Bakso, Bakso!”

TIDAK MELIHAT

“Apakah Saudara tidak melihat lampu merah?” tanya seorang polisi kepada seorang pengendara motor.

“Saya lihat, Pak.”

“Lalu kenapa Saudara tidak berhenti?”

“Saya tidak melihat Bapak.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: