Stay Together For Children !

Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tahun 2009 ini, Puncak Hari Anak Nasional diselenggarakan di Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol. Entah kenapa, saya ingin sekali menampilkan puisi soal anak dari Gabriela Mistral dan Dorothy Law Nolte. Anda pasti sudah kenal dengan dua tokoh perempuan terkemuka ini.

Gabriela saya kenal ketika menulis skripsi soal masalah sosial anak. Saya langsung tertambat dengan bait-bait puisinya yang dalam. Saya tak ragu untuk menempatkannya di halaman motto skripsi saya. Tapi, saya lupa judul puisi Gabriela yang ini, termasuk bentuknya. Apakah memang seperti ini atau saya hanya mengambil sebagian dari puisi utuhnya. Saya belum berhasil menemukannya dan masih mencarinya.
Puisi Dorothy tak kalah menggugahnya. Bahwa didikan orangtua akan berpengaruh dalam pembentukan karakter anak.
Semoga ini dapat menjadi inspirasi kita untuk membimbing buah hati masing-masing dengan lebih baik.

“…many thing we need can wait, the child cannot,
now is the times his bones are being formed,
his blood is being made,
his mind is being develop,
to him we cannot say tomorrow
his name is today.”
(Gabriela Mistral)

Gabriela Mistral (dok. wikipedia)
Gabriela Mistral (dok. wikipedia)

Gabriela Mistral adalah penyair kebanggaan dan kecintaan orang Cili. Lahir di Vicuna pada 7 April 1889 dan diberi nama Lucila de María del Perpetuo Socorro Godoy Alcayaga, dia menjadi guru sekolah sejak usia 16 tahun. Puisi-puisi awalnya diterbitkannya saat dia masih berusia 15 tahun. Nama samaran Gabriela Mistral dipilihnya dari nama dua penyair favoritnya: Gabriele D’Ammumzio dan Frederic Mistral.
Puisi-puisi yang melukiskan kecintaannya kepada ibunya, kepada kekasihnya—seorang pekerja jalan kereta—bernama Romeo Ureta yang mati bunuh diri, kepada anak-anak, kepada alam, membuatnya terkenal di seluruh Amerika Latin. Mendapat Nobel Kesusastraan tahun 1945, Gabriela Mistral meninggal pada 10 Januari 1957. Di pusaranya tertulis kata-katanya, ”Bagai jiwa untuk badan, begitu juga seniman untuk rakyatnya.” (Wikipedia, Kompas, diolah)


Anak Belajar dari Kehidupan

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar
menemukan cinta dalam kehidupan.
Anak adalah ibarat kertas putih yang pada perjalanan hidupnya akan menggoreskan tinta kehidupannya masing masing.
Orangtualah yang wajib menjaganya agar nilai-nilai baik dan luhur tetap ada dan terjaga.
(Dorothy Law Nolte, 1954)

Dorothy Law Nolte dilahirkan di Los Angeles, AS, pada 12 Januari 1924.

Dorothy Law Nolte (dok.nytimes)
Dorothy Law Nolte (dok.nytimes)

Nama lahirnya, Dorothy Louise McDaniel. Sempat gonta-ganti profesi sebelum akhirnya mengikuti sejumlah pelatihan sebagai konselor keluarga di tahun 1950-an.
Puisi fenomenalnya, “Children Learn What They Live” dibuat tahun 1954. Puisi itu terbit kala mengasuh rubrik keluarga di sebuah harian lokal, The Torrance Herald. Magnet puisi itu sungguh luar biasa. Jutaan orangtua di berbagai belahan dunia menggandakannya. Ada pula yang mencetaknya sebagai poster. Bahkan, Pangeran Naruhito mengumumkan niatnya untuk membesarkan sang buah hati dengan puisi itu.
Bertahun-tahun, puisi inspiratif ini diyakini publik sebagai tak bertuan. Dorothy pun tak mendapatkan sepeser pun dari puisinya yang mendunia itu. Dia tak tahu dan melupakannya. Jelang dua dekade, sekitar tahun 1972, setelah mengetahui begitu besar dampak dari puisinya, Dorothy mengurus hak ciptanya. Di tahun 1988, dia lengkapi puisinya dengan menggandeng Rachel Harris dan dijadikan buku. Judulnya “Children Learn What They Live: Parenting to Inspire Values.” Buku ini laris manis. Terjual lebih dari tiga juta kopi di seluruh dunia dan diterjemahkan dalam 18 bahasa.
Dorothy menikah dengan Claude Nolte di tahun 1959. Ini adalah pernikahan keduanya setelah pernikahan pertama dengan Durwood Law berakhir dengan perceraian. Ia dikaruniai empat anak, tiga dari Durwood dan satu dari Nolte. Dorothy wafat pada 6 November 2005 dalam usia 81 tahun karena kanker. Rumahnya di Rancho Santa Margarita, California, AS menjadi tempatnya menghembuskan nafas terakhir. (The New York Times, diolah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: