PKH – PKP 2009 Disosialisasikan

Kepala BPPNFI Regional IV Sucahyono (tengah) memberi sambutan dalam “Sosialisasi Program PKH dan PKP Tahun 2009”, Kamis (19/3) lalu di BPPNFI Regional IV Surabaya. (Dok. BPPNFI Reg. 4 Sby)

Kepala BPPNFI Regional IV Sucahyono (tengah) memberi sambutan dalam “Sosialisasi Program PKH dan PKP Tahun 2009”, Kamis (19/3) lalu di BPPNFI Regional IV Surabaya. (Dok. BPPNFI Reg. 4 Sby)

Surabaya – Jawa Timur

Sekitar 45 undangan dari berbagai lembaga mengikuti kegiatan sosialisasi Program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dan Program Kewirausahaan Pemuda (PKP) Tahun 2009 di BPPNFI Regional IV Surabaya, Kamis (19/3), lalu. Antara lain, 13 SMK Negeri, tiga Balai Latihan Kerja (BLK), tiga Politeknik Negeri, tiga perguruan tinggi negeri serta satu perguruan tinggi swasta. Adapula perwakilan dari organisasi kepemudaan, Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3) dan Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP).

Kegiatan yang dibuka Kepala BPPNFI Regional IV Drs Sucahyono MPd ini juga dihadiri Kasi Kepemimpinan dan Kepeloporan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jatim Drs Didiek Dj MM, Kasi Program BPPNFI Regional IV Dra Endah Warsiati MPd, dan Ketua Pokdi Kursus BPPNFI Regional IV Sujarno MPd.

Dalam sambutan pembukaan, Sucahyono mengatakan program PKH dan PKP ini merupakan upaya bersama Ditjen PNFI Depdiknas dan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

Sementara itu, Didiek menyampaikan paparannya soal PKP yang merupakan program kerjasama Kemenegpora dan Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI.

Didiek menjelaskan, PKP ini bisa diikuti oleh organisasi kepemudaan, yayasan yang bergerak di bidang kepemudaan, sarjana penggerak pembangunan pedesaan (SP3), kelompok usaha pemuda produktif (KUPP), sentra pemberdayaan pemuda, sentra kewirausahaan pemuda, dan lembaga kepemudaan lainnya.

Untuk jenis ketrampilan yang diatur dalam PKP ini terbagi dalam dua kategori. Pada kategori jasa antara lain menjahit, tata kecantikan kulit/rambut, tata rias pengantin, jasa boga, otomotif, elektonika, spa, komputer, jurnalistik, public speaking, pariwisata (perhotelan), dan sablon. Adapun pada kategori produksi meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan darat dan laut, serta peternakan. Bidang lainnya yang dianggap laku di pasar sekitar

Didik meminta organisasi kepemudaan di Jatim memanfaatkan betul program ini untuk membantu pemerintah menekan angka pengangguran. Sementara itu, dalam paparan soal program PKH, Sujarno menekankan kepada pentingnya penentuan sasaran program.

Jadi, sasarannya adalah pemuda sekitar, bukan siswa SMK, Politeknik, BLK atau mahasiswa perguruan tinggi,” lanjutnya.

Dia juga mengingatkan soal perlunya pendampingan kepada peserta setelah program PKH berakhir.

Jangan langsung dilepas, harus dibina sampai betul-betul bisa mandiri,” tandas Sujarno.

Selain itu, Sujarno menyampaikan pula soal sistem penilaian yang berbeda di tahun 2009 ini. Menurut dia, penilaian PKH tahun 2009 dititikberatkan pada jenis keterampilan yang diajukan.

Sejumlah undangan memanfaatkan betul sesi tanya-jawab untuk mengklarifikasi beberapa hal yang belum jelas. Misalnya, Mastur Abdul Haris, pengajar SMKN 2 Jombang.

“Apakah kami boleh mengajukan lebih dari satu jenis keterampilan di program PKH? Yang kedua, apakah kami yang diundang ini dijamin mendapat blockgrant PKH kalau proposalnya memenuhi syarat,” ujar Mastur.

Dalam jawabannya, Sujarno menuturkan bahwa penyelenggara boleh mengajukan lebih dari satu jenis keterampilan. Asalkan pengajuannya dimasukkan dalam satu proposal saja. Sujarno juga menegaskan tidak ada jaminan mendapat blockgrant PKH kepada mereka yang diundang dalam sosialisasi.

“Semua punya kesempatan yang sama di hadapan tim penilai,” tukasnya.

Lain lagi dengan pertanyaan Agus Supriandoro, pengajar SMKN 5 Surabaya. Dia meminta agar proses pengajuan program PKH langsung dilakukan dengan kunjungan lapangan ke SMKN yang diinginkan.

“Langsung saja visitasi ke sekolah sehingga bisa langsung dilihat dan dinilai apakah sesuai dengan kriteria program. Ini seperti yang dilakukan Disnaker Surabaya kepada kami. Jadi, tidak rumit,” pintanya.

Untuk pertanyaan ini, Sujarno kembali menegaskan bahwa mekanisme penilaian proposal program PKH telah ditetapkan dalam pedoman yang disusun Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.

“Jadi, tidak bisa diubah-ubah sendiri,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan, Kasi Program BPPNFI Endah Warsiati mengatakan, sesuai DIPA, BPPNFI mendapat alokasi blockgrant PKH untuk SMKN dan Politeknik Negeri. Dengan demikian, untuk BLK dan perguruan tinggi disarankan untuk mengajukan langsung proposal PKH ke Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI. (ans)

3 responses to this post.

  1. Posted by m.nurul huda s.ag on Juni 25, 2009 at 8:12 am

    dengan semangat cinta tanah air indonesia, saya purna SP-3 (SP-3)XIII dari jombang jawa timur.ijinkan saya untuk turut andil dalam pendampingan program PKH dan PKP.saya akan ajukan proposal perikanan. mohon informasi lanjut. Nonor HP saya 081 359 269 762

  2. Posted by m.nurul huda s.ag on Juni 25, 2009 at 8:25 am

    Saya berharap program pendampingan SP3 dibuka lagi untuk yang purna SP-3 seperti saya, ingin kiprah dan lebih eksis.mohon tanggapan untuk diberdayakan dari dispora jatim

  3. bapak nurul huda yang baik, terima kasih atas tanggapannya.
    saya akan coba jawab sesuai kapasitas saya sbg staf di BPPNFI regional 4 sby.
    untuk pedoman penyusunan proposal, bapak bisa membuka situs Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas dgn alamat http://www.infokursus.net kemudian pilih menu blockgrant dan download Program Kewirausahaan Pemuda Melalui SP3.
    dalam pedoman itu disebutkan bahwa purna SP3 seperti bapak bisa mengajukan proposal SP3 melalui dua cara. pertama, membentuk kelompok SP3. kedua, membentuk forum SP3.
    untuk kelompok SP3 yang bisa mengakses program ini adalah kelompok yang terdiri dari angkatan 27 (2007) dan 28 (2008) dan kelompoknya telah ditetapkan oleh dinas yang menangani program SP3 di tingkat provinsi. jumlah pemuda binaannya antara 10-25 orang. proposal kelompok SP3 ini dikirimkan ke BPPNFI yg sesuai wilayahnya. kalau di wilayah jawa timur, proposal SP3 diajukan ke BPPNFI regional 4 surabaya.
    untuk forum SP3, angkatan SP3-nya bebas namun proposal hanya bisa diajukan ke direktorat pembinaan kursus dan kelembagaan depdiknas di jakarta. pemuda binaan untuk forum SP3 ini antara 10-50 orang.
    untuk lebih lengkapnya bisa bapak lihat di situs info kursus tadi.
    untuk pemberdayaan dari dispora jatim terhadap alumni SP3, bapak bisa sampaikan langsung ke instansi bersangkutan.
    untuk sementara, ini dulu yang bisa saya sampaikan. mudah-mudahan bisa membantu. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: