Bersensasi di Lereng Lawu

Rombongan peserta Tour de Sarangan asal Pemkot dan DPRD Surabaya (Dok. SP)

Rombongan peserta Tour de Sarangan asal Pemkot dan DPRD Surabaya (Dok. SP)

Bersepeda di atas ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut tentu menghadirkan sensasi yang sulit dilupakan. Ini pula yang dirasakan 409 peserta Tour de Sarangan, di Kabupaten Magetan, Minggu (10/2), pekan lalu. Acara yang digelar Sepeda Jelajah Wisata Jawa Timur (Sejawat) ini mengambil rute sepanjang 15 Kilometer (Km).

Di tengah kabut tipis yang mengelilingi Gunung Lawu, start dimulai tepat pukul 06.30. Rute dimulai dengan mengelilingi Telaga Sarangan. Setelah itu, peserta dimanjakan dengan rute turunan sejauh 2 Km. Setelah itu, waktunya adu otot. Betapa tidak, rute menanjak sepanjang 3 Km di atas jalan aspal telah siap menyambut. Spanduk putih bernada provokatif telah disiapkan panitia. Isinya “Anda Masuk Tanjakan Setan. Tidak Kuat, Silahkan Kembali”.

Ini makin memotivasi peserta untuk menaklukkan tanjakan dengan kemiringan sekitar 70 derajat itu. Di 100 meter pertama rute tanjakan, sebagian besar peserta masih sanggup mengayuh. Setelah itu, satu per satu peserta mulai menyerah. Mereka memilih menuntun sepedanya sambil mengumpulkan kembali tenaga yang hilang di tanjakan awal. Saking banyaknya yang menuntun sepeda, mereka jadi mirip rombongan peserta jalan sehat.

Ada juga beberapa kelompok peserta yang memilih beristirahat sejenak di pinggir-pinggir jalan untuk meluruskan kaki sambil mengabadikan diri. Lagipula, pemandangan barisan pohon cemara di lereng gunung dan langit biru terlalu indah kalau dilewatkan begitu saja. Tapi, ada juga beberapa peserta yang terlatih terus mengayuh sampai di bagian akhir tanjakan setan.

Lepas di rute jalan aspal, peserta mulai masuk rute jalan tanah di hutan yang dikelola PT Perhutani. Kali ini rutenya tetap menanjak di sela-sela persawahan. Tantangan berikutnya, turunan curam dan licin sepanjang 500 meter. Untuk kedua kalinya, sepeda harus dituntun dan rem ditarik kuat-kuat agar sepeda tidak tergelincir.

Rasa lelah akibat menuntun sepeda seolah terbayar lunas ketika menjumpai pemandangan indah di ujung rute turunan. Sebuah air terjun mini setinggi 20 meter kokoh berdiri. Bisa ditebak selanjutnya. Peserta langsung meletakkan sepedanya, bermain air dan berebut mengabadikan diri bersama teman-teman dengan latar belakang air terjun yang masih perawan itu.

Tanjakan di lereng Gunung Lawu sungguh menantang dan menguras stamina (Dok. SP)

Tanjakan di lereng Gunung Lawu sungguh menantang dan menguras stamina (Dok. SP)

Selepas itu, peserta berhadapan lagi dengan tanjakan curam dengan kemiringan hampir 90 derajat menghadang. Aksi tuntun-tuntun sepeda tersaji kembali. Memang hampir tidak mungkin mengayuh sepeda di trek yang sangat curam ini. Kalau dipaksakan, roda depan akan terangkat dan selanjutnya sepeda akan jungkir balik. Surabaya Post sudah membuktikannya walau tidak sampai terjungkir. Setelah rute curam ini, tibalah peserta di pos I. Waktunya rehat sejenak.

Sekarang tinggal rute tanjakan terakhir sepanjang 3 Km yang harus ditaklukkan. Setelah itu, giliran rute turunan sepanjang 8 Km yang menanti. Di 200 meter awal, rute turunan masih landai. Namun, berikutnya benar-benar curam dan berbahaya karena jika salah perhitungan bisa terjatuh ke jurang yang menganga di sisi kiri. Peserta yang tak mau ambil resiko memilih menuntun sepedanya meski ini tak mudah. Ada juga yang nekat meski tapak ban sepedanya terbilang kecil padahal seharusnya besar. Akibatnya, ia terjungkal. Beruntung ia menjatuhkan diri ke sebelah kanan. Tapi, beberapa peserta yang berpengalaman terlihat mudah saja melibas turunan ini.

Selanjutnya, rute menurun nan landai melajukan sepeda makin kencang. Usai turunan, trek kembali ke jalan aspal menuju ke garis finish. Seluruh peserta tiba di garis finish dalam tempo 4,5 jam. Mereka yang kelelahan langsung merebahkan diri di atas hamparan rumput sementara lainnya sibuk melahap jatah makan siang. Mereka akan berjumpa lagi pada agenda touring berikutnya di trek menantang lainnya, di sejumlah kabupaten di Jawa Timur. (ans)

3 responses to this post.

  1. Wah keren….
    Untuk para penikmat tanjakan bisa bergabung di mailing list 1pdn-cycling@yahoogroups.com

    coba tengok2 juga http://1pdn.multiply.com buat liat acara2 gowes miring keatas

  2. Bener mas. Keren sekaligus menantang buat saya yang pemula. Artinya, saya gowes terakhir pas SMP. Abis itu nggak pernah lagi. Sekalinya diajak, langsung naik gunung Lawu. Capeknya dua hari nggak selesai. Tp sy jd inget masa-masa indah gowes pake MTB pas SMP. Iya deh, ntar saya mampir ke milis temen-temen penggemar gowes miring ke atas. Terima kasih banget udah sudi mampir ke blog saya. Sukses selalu.

  3. saya sudah melakukan tips poin 2 dan 3 untuk point 1 menyusul , Aerona

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: