Oase Baru Kota Pahlawan

Taman Persahabatan di Jalan Sulawesi. (Dok. Dinas Kebersihan & Pertamanan)

Taman Persahabatan di Jalan Sulawesi. (Dok. Dinas Kebersihan & Pertamanan)

Sudah Rp 286 juta dikeluarkan dari kocek Pemkot Surabaya untuk menyulap eks SPBU menjadi taman. Wajah kota pun kian hijau dan sejuk dengan munculnya oase-oase baru di tengah suhu panas Kota Pahlawan.

Oleh: M Subchan Sholeh

Sang surya baru saja kembali ke peraduannya, Selasa (5/9) petang itu. Namun, kesibukan baru terasa di taman asri itu. Pedagang makanan, minuman, dan mainan memadati sisi kiri-kanan taman yang diapit dua jalan, Jalan Sulawesi dan Jalan Bawean. Beberapa remaja, orangtua beserta anak-anaknya pun mendatangi taman itu. Parkir motor mulai dipadati pengunjung. Mereka hendak melepas kepenatan usai menjalani rutinitas harian. Beragam aktivitas dilakukan. Ada yang sekadar duduk-duduk sambil bercengkerama, jalan-jalan sampai mencoba beragam mainan anak-anak.

Salah satunya, Sugeng Purwanto (34). Lajang yang tinggal di Karang Menjangan ini tidak pernah absen membawa tiga keponakannya ke taman itu tiap malam. Ia rela naik becak dari rumahnya untuk bermain-main bersama keponakannya.

“Kalau ke Taman Bungkul terlalu jauh,“ ujarnya.

Dia berharap pemkot memperbanyak taman-taman gratis seperti ini sebagai sarana hiburan masyarakat. Taman yang selesai dibangun akhir 2006 itu telah menjadi oase baru bagi warga Surabaya. Taman seluas 2.259 meter persegi (m2) itu dibagi menjadi dua bagian. Separo untuk taman dengan kontur berundak-undak yang dilengkapi jogging track, dan air mancur. Separo sisanya dipakai untuk tempat bermain anak-anak. Ada beragam permainan di taman yang menghabiskan dana Rp 49,52 juta. Sebut saja, jungkat-jungkit, ayunan, seluncuran, kursi putar, dan lainnya.

Bukan hanya itu, sejak 23 Juli 2007, taman ini diberi nama Taman Persahabatan. Ini terkait penandatanganan lima prasasti tanda persahabatan Surabaya dengan empat kota/kabupaten di Indonesia serta satu kota di Jepang. Walikota Surabaya Bambang DH menandatangani prasasti persahabatan di atas batu granit bersama Walikota Batam Ahmad Dahlan, Walikota Banjarmasin A Yudhi Wahyuni, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, dan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso. Termasuk Walikota Kochi, Jepang, Oka Zaki. Kebetulan, prasasti itu dipasang bersamaan dengan peringatan 10 tahun kerjasama kota kembar Surabaya-Kochi.

Selain prasasti, ditanam pula lima pohon langka oleh lima walikota itu. Oka kebagian pohon Mimbau, Dahlan menanam pohon Saraka asal Thailand, Yudhi menanam pohon Khaya asal Malaysia, Herry menanam pohon Jakaranda asal Australia dan Win menanam pohon Saputangan dari Indonesia.

Taman ini memang bukan taman biasa. Empat tahun lalu, taman ini adalah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Letaknya yang strategis membuat SPBU ini tak pernah sepi dari hilir mudik kendaraan bermotor yang mengisi bahan bakar. Namun, pada 2 Januari 2004, pemkot menyegel SPBU itu bersama 12 SPBU lain menyusul terbitnya Perda Surabaya Nomor 7 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ke-12 SPBU lainnya berada di Jl. Jend. Ahmad Yani, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Jl. Kombes M Duryat, Jl. Dr Soetomo (di dekat Jalan Raya Darmo dan dekat Jalan Raya Diponegoro), Jl. Undaan Kulon, Jl. Raya Biliton, Jl. Sulawesi, Jl. Indrapura, Jl. Krembangan Barat, Jl. Sikatan, Jl. Ngagel Jaya Utara, dan Jl. Barata. Pemkot berencana mengembalikan lahan di 13 lokasi itu sesuai peruntukannya sebagai jalur hijau.

Upaya pemkot itu membuahkan perlawanan dari 11 pengusaha pemilik SPBU tersebut. Mereka menggugat pemkot ke pengadilan hingga kasasi ke MA. Akhirnya, putusan MA pada pertengahan 2006 memenangkan pemkot. Setelah itu, pemkot lantas mengembalikan 12 lokasi itu secara bertahap sebagai jalur hijau. Adapun eks SPBU di Jl. Jaksa Agung Suprapto sudah dikembalikan sesuai fungsinya awal 2006 karena lahan itu milik Koperasi Pegawai Pemkot Surabaya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, sudah ada enam lokasi yang telah dibangun sebagai oase baru di Kota Pahlawan ini. Seperti di Jl. Jl. Ngagel Jaya Utara, Jl. Dr Soetomo (di dekat Jalan Raya Darmo dan dekat Jalan Raya Diponegoro), Jl. Kombes Pol M Duryat, dan Jl. Sikatan.

Adapun enam lokasi lainnya akan dikerjakan tahun 2007 ini. Salah satunya adalah di Jl. Biliton. Di sini, sejumlah pekerja terlihat sibuk membongkar enam tangki SPBU yang tertanam di dalam tanah.

Taman Lansia di bilangan Jl. Biliton - Jl. Kalimantan (Dok. Dinas Kebersihan dan Pertamanan)

Taman di bilangan Jl. Biliton - Jl. Kalimantan ini didesain untuk para lansia. (Dok. Dinas Kebersihan dan Pertamanan)

Dari enam taman yang sudah dibangun, taman di Jl. Sulawesi tergolong istimewa dibanding taman lainnya. Pasalnya, hanya taman ini yang dilengkapi tempat bermain anak.

Taman lainnya tidak diberi mainan anak-anak karena posisi dan luas lahannya tidak memungkinkan. Jadi, dilihat dulu kebutuhannya,“ tandas Risma, panggilan Tri Rismaharini. Namun, ia mengungkapkan, enam taman lain yang belum dibangun akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Seperti lapangan olahraga, jogging track, lapangan manula, dan mainan anak-anak.

“Kami usahakan tahun 2007 ini bisa selesai,“ tukasnya.

Anggota Dewan Lingkungan Hidup Jatim, Prigi Arisandi menghargai upaya pemkot mengembalikan lahan itu sesuai fungsinya sebagai jalur hijau. Namun, ia meminta pemkot menambah lebih banyak lagi taman atau pepohonan untuk mengimbangi laju pembangunan gedung-gedung komersial.

Agar Surabaya tidak makin panas karena tertutup beton dan aspal,“ tegasnya. (5 Sept 2007)

One response to this post.

  1. info yang berguna bisa untuk refrensi postingan seputar taman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: