Berjalan Bersama Falun Dafa

Latihan para praktisi Falun Dafa di Surabaya tersebar di 10 lokasi berbeda.

Ajaran Falun Dafa asal China mulai merambah kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah Surabaya yang memiliki 10 lokasi latihan. Mereka hendak menyuarakan sejati, baik, dan sabar agar kehidupan dan alam semesta menjadi lebih baik.

Oleh : M Subchan S

Mentari masih belum menampakkan sinarnya pagi itu. Tapi, delapan orang berbagai usia itu sudah duduk bersila rapi di atas hamparan rumput sambil memejamkan mata. Terdengar lantunan musik Mandarin dari pemutar kaset. Seketika, tangan kanan diangkat ke depan dada dalam posisi meditasi. Posisi ini dipertahankan 8 menit. Lalu, musik kembali terdengar dan kedua tangan diposisikan menegadah menghadap langit selama 4 menit. Setelah gerakan pemanasan itu, baru mereka berdiri melakukan lima gerakan inti masih dengan mata masih terpejam selama dua jam diiringi musik Mandarin. Mereka melakukannya sendiri tanpa bimbingan pelatih. Lalu-lalang orang yang mulai beraktivitas tak mampu membuyarkan kosentrasi mereka.

Aktivitas rutin praktisi Falun Dafa atau juga bisa disebut Falun Gong itu dilakukan di pusat latihan mereka di Jl. Delta Panjang Jiwo Permai III, Surabaya, Rabu (8/8). Mereka berlatih rutin tiap Senin-Sabtu pukul 05.00-07.00. Latihan serupa juga ada di sembilan lokasi lain dengan waktu dan hari latihan berbeda. Tiga praktisi Falun Dafa, Li Ing (30), Sukarno Dipo (64), dan Milianda (45) yang dijumpai di pusat latihan menceritakan eksistensi mereka selama tujuh tahun terakhir.

Li Ing menuturkan, Falun Dafa masuk ke Surabaya sekitar tahun 1996. Namun, saat itu para praktisi belum mengenal satu sama lain. Mereka berlatih sendiri di rumah masing-masing. Perkenalan mereka dengan Falun Dafa pun beragam. Ada dari negara asalnya China tapi ada pula yang mempelajarinya di AS.

Praktisi Falun Dafa di Surabaya mulai saling mengenal saat buku Li Hongzhi (pendiri Falun Gong) berjudul Zhuan Falun edisi Indonesia diterbitkan pada tahun 2000. Setelah beberapa kali bertemu, mereka bersepakat latihan bareng di Panjang Jiwo. Lewat promosi dari mulut ke mulut, jumlah praktisi makin bertambah. Sampai sekarang, menurut Dipo, ada sekitar 100 praktisi yang aktif berlatih rutin di 10 lokasi. Ini dengan asumsi 10-12 orang praktisi berlatih rutin di tiap lokasi. Data pasti praktisi Falun Dafa di Surabaya memang tidak ada.

“Sebab, kegiatan kami ini berjalan tanpa struktur organisasi baku. Tidak ada pengurusnya. Semua anggota statusnya sama baik senior atau pemula karena kami semua sama-sama belajar untuk meningkatkan kesehatan jiwa dan raga,” jelas Li Ing yang telah berlatih sejak tahun 1998 dari kenalannya di AS.

Latar belakang mereka memang sangat beragam. Dari pengacara, pengusaha, notaris, dokter, akademisi, pensiunan tentara dan lainnya. Begitu pula dengan latar belakang agama. Ada Islam, Kristen, Budha dan lainnya.

“Falun Dafa bukan agama, karena tidak ada ritual, formalitas atau aktivitas apapun seperti dalam agama,” tandas Dipo yang telah tujuh tahun menjadi praktisi Falun Gong.

Semua orang memang bisa ikut Falun Dafa tanpa prosedur dan biaya apapun. Bahkan, setiap orang dengan keinginannya sendiri bebas datang berlatih atau pergi sesukanya. Pembukaan tempat latihan pun berdasarkan kerelaan para praktisi yang telah mampu melakukan lima gerakan utama dengan baik serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Latihan di tempat saya itu sebetulnya dimaksudkan agar praktisi di sekitar wilayah saya tidak kesulitan mencari tempat berlatih,” ujar Milianda yang berdomisili di perumahan Nirwana Eksekutif. Begitu juga dengan Dipo yang membuka lokasi latihan di Balai RW 3 Bendul Merisi. Dipo juga membimbing latihan serupa di Kupang Panjaan V.

Falun Dafa adalah suatu cara melatih diri (berkultivasi) melalui suatu suatu sistem latihan. Lewat latihan rutin, praktisi Falun Dafa dapat meningkatkan dan memperbaiki moral, tubuh, dan spiritual menuju ke tingkat yang lebih tinggi.

Menurut Li Ing, Falun Dafa merupakan kultivasi (pengolahan) ganda, jiwa, dan raga. Pengolahan raga terdiri dari gerakan-gerakan lembut yang menyerupai senam dan meditasi. Latihan gerakan berfungsi mengolah potensi tubuh, membangkitkan energi dalam tubuh, dan menyerap energi alam semesta. Juga memperkuat sistem mekanisme energi yang terbentuk dalam tubuh.

Pengolahan jiwa bertujuan meningkatkan xinxing (watak, kualitas moral) dengan jalan menyelaraskan diri dengan karakteristik tertinggi alam semesta, yakni zhen-shan-ren (sejati-baik-sabar).

“Pengertian kata sejati adalah benar, lurus, dan jujur. Baik adalah kebajikan, suka menolong, tidak mementingkan diri sendiri. Sabar berarti penuh toleransi, pengendalian emosi, tahan uji, serta mampu melepaskan keterikatan hati,” papar Li. Di samping latihan, lanjut Li, aktivitas rutin lainnya adalah diskusi soal ajaran Falun Dafa tiap Rabu malam.

Jauh dari China yang resmi melarang Falun Dafa pada tahun 1999 karena dituduh sebagai aliran sesat, bukan berarti mereka tak pernah mengalami tekanan. Saat PM China Li Peng berkunjung ke Surabaya tahun 2003, pusat latihan mereka didatangi intel polisi.

Tapi, polisinya langsung pergi begitu tahu hanya ada orang-orang tua yang berkumpul di rumah ini. Polisinya juga heran, kok diperintahkan ngawasi orang tua,” ujar Dipo sambil tertawa.

Tekanan berikutnya terjadi pada Mei 2007 lalu. Keikutsertaan praktisi Falun Dafa dalam pawai budaya atas undangan Pemkot Surabaya tiba-tiba dibatalkan sehari sebelum acara digelar. Padahal, mereka sudah mendatangkan rekan mereka dari berbagai daerah dan luar negeri untuk berpartisipasi.

Anehnya, tahun lalu, keikutsertaan kami tidak pernah dipersoalkan. Kami menduga ada intervensi pemerintah China dalam kasus ini,” tukas Li.

Guna melawan gencarnya propaganda negatif China itu, mereka telah melakukan sosialisasi ke sejumlah pihak. Seperti Bakesbang Propinsi Jatim, Polda Jatim, Komisi A DPRD Surabaya dan Komisi A DPRD Propinsi Jatim. Menurut dia, instansi yang didatangi justru kaget setelah mendengar fakta sebenarnya soal Falun Dafa.

Tidak ada larangan dari mereka karena kami memang hanya melakukan olah jiwa dan raga untuk meningkatkan kesehatan dan menjalani kehidupan dengan benar,” tandas Milianda. (*)


Lima Gerakan Inti

Gerakan pada Falun Gong hanya terdiri dari lima perangkat untuk menyempurnakan dan mengharmoniskan tubuh. Gerakan pertama disebut Fozhan Qianshou Fa atau metode merentang seribu tangan. Inti gerakan ini adalah merentangkan tubuh untuk menembus energi yang tersumbat. Lalu, energi diarahkan intensif ke dalam tubuh dan bawah kulit. Secara otomatis, gerakan ini akan menyerap sejumlah besar energi dalam alam semesta. Ketika sekali dicoba akan langsung membuka saluran energi (Mai) sehingga mengalir lancar.

Gerakan kedua adalah Falun Zhuang Fa atau berdiri hening memancang metode Falun. Terdiri dari empat gerakan memeluk roda yang membuat sekujur tubuh praktisi terhubung lancar seluruhnya. Ini adalah metode kultivasi (pengolahan) lengkap untuk melahirkan kebijakan dan menumbuhkan daya, menaikkan tingkat dan memperkuat kuasa supernormal.

Gerakan ketiga adalah Guangtong Liangji Fa atau metode menghubungkan kedua kutub. Perangkat gerakan ini adalah metode yang menghubungkan dan menggabungkan energi alam semesta dengan energi dalam tubuh. Tujuannya, untuk memurnikan tubuh. Lewat gerakan tangan naik-turun mengikuti mekanisme energi dalam tubuh.

Gerakan keempat yakni Falun Zhoutian Fa atau Lingkaran Langit Metode Falun.

Gerakan ini dapat membuat energi tubuh bergerak secara luas atau sirkulasi menyeluruh dari permukaan Yin tubuh manusia ke permukaan Yang secara bolak-balik terus menerus. Sangat jauh melampaui metode pembukaan saluran energi yang biasa atau lingkaran langit besar dan kecil.

Gerakan kelima disebut sebagai Shentong Jiachi Fa atau Metode Memperkuat Kuasa Supernormal. Perangkat gerakan ini adalah metode kultivasi meditasi dengan menggunakan Shouyin (isyarat tangan) memutar Falun untuk memperkuat kuasa supernormal, termasuk kemampuan Gong) dan daya Gong (energi kultivasi).

“Ketika berlatih, kami tidak memikirkan apa pun, hening memasuki kondisi Ding, yaitu tenang dimana pikiran kosong namun tetap sadar,” ujar Li Ing.

Menurut Sukarno Dipo, latihan Falun Gong bukan sekadar melakukan lima gerakan latihan saja, namun lebih dimaksudkan pada perbaikan diri. Jadi, ketika hati dan watak seseorang menjadi lebih murni dan baik, tubuhnya akan mengalami perubahan yang setara. Dalam hal ini, watak dan tubuh tak terpisahkan.

Dia juga menuturkan, ada perubahan positif yang dialami setelah mengikuti Falun Gong. Seseorang yang dulunya gampang marah atau emosional saat ini menjadi seorang yang penyabar. Seseorang yang dulunya gampang iri hati atau dengki kini berubah menjadi penyayang dan pengasih.

Sebagai pensiunan tentara, Sukarno Dipo mengaku sebagai pribadi yang temperamental. Sedikit tersinggung saja, emosinya langsung tersulut.

“Sejak ikut Falun Gong, saya sudah lebih bisa menahan diri,” ucapnya bangga. (*)

Bermanfaat Kesehatan

Sambutan hangat terhadap Falun Gong di 70 negara termasuk di Indonesia tak lepas dari peningkatan kesehatan jiwa dan raga yang dialami pengikutnya setelah berlatih. Banyak sekali kasus-kasus yang menunjukkan efektivitas penyembuhan penyakit oleh Falun Gong.

“Sekitar 98 persen praktisi yang sakit langsung sembuh dalam dua sampai tiga kali latihan saja,” kata Milianda, praktisi dan pembimbing Falun Gong.

Bagi praktisi sejati, kesehatan tubuhnya dalam waktu singkat akan mencapai kondisi sangat prima. Namun, ujar dia, ini tergantung kondisi fisik dan mental tiap praktisi. Selain itu, tidak boleh ada beban pikiran harus sembuh dari sakit saat latihan. Jadi, praktisi harus berkonsentrasi penuh saat latihan.

Milianda sendiri mengalami perubahan setelah tiga kali berlatih. Radang tenggorokan dan sembelit yang kerap melanda berangsur-angsur lenyap.

Lain lagi pengalaman Sukarno Dipo. Setelah pensiun dari TNI AL, ia dijangkiti berbagai penyakit kelas berat. Seperti diabetes, asam urat, lever, dan rematik.

“Tiga kali latihan, badan saya terasa lebih enteng,” ungkapnya.

Tak percaya begitu saja, Sukarno memeriksakan diri ke laboratorium medis. Ajaib, seluruh penyakitnya sirna.

Sebetulnya, manfaat kesehatan bagi praktisi Falun Gong pernah diteliti pada 1997 oleh sekelompok ilmuwan dan dokter dari sejumlah rumah sakit dan badan-badan riset medis di Beijing, China.

Pada awal penelitian, dari 12.731 peserta, 49,8 % di antaranya menderita sedikitnya tiga jenis penyakit sebelum berlatih Falun Gong. Ketika berlatih Falun Gong, efektivitas kesembuhan mencapai 99,1 %, dan 58,5 % mengalami kesembuhan total. Penelitian lainnya dilakukan ilmuwan di Department of Immunology The Scripps Research Institute di San Diego, AS pada 1 April 2000. Hasilnya, sel darah putih (mekanisme penangkal penyakit dalam tubuh) praktisi Falun Gong terbukti lebih unggul dibandingkan dengan yang tidak berlatih. Indikatornya, usia sel darah putih yang hanya 2-3 jam bila berada di luar tubuh, sel darah putih praktisi Falun Gong mampu bertahan hingga 60 jam!

Prof Liu Guo Hua, dari bagian biofisik dan psikologi Universitas California, AS, pernah menyampaikan, saat berlatih Falun Gong akan timbul sebuah medan energi di sekeliling badan. Medan itu dapat mengoreksi segala keadaan yang tidak benar. Tubuh manusia seharusnya tidak berpenyakit. Jika berpenyakit, berarti keadaannya tidak benar.

Setiap anggota Falun Gong berprinsip jika pikiran dan rohani seseorang sudah tenang maka otomatis jasmaninya akan tenang sehingga kemungkinan bisa terbebas dari segala macam penyakit. (8 Agustus 2007)

2 responses to this post.

  1. Posted by joko on Juli 21, 2010 at 9:59 pm

    klo saya berlatih hanya melalui video dan membaca buku zhuan falun, apakah hasilnya akan sama efektifnya dengan berlatih ditempat bapak?

  2. pak joko yang baik, latihannya bukan di tempat saya. saya waktu itu cuma meliput saja tentang aktivitas teman-teman falun dafa surabaya di tempat latihannya.
    bagaimana kalau bapak sampaikan pertanyaan bapak sama teman-teman falun dafa di lokasi latihannya. mereka terbuka sekali kok untuk masyarakat yang berminat terhadap aktivitas mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: