Mars Kilat untuk Pilwali Surabaya

Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara untuk melakukan sosialisasi pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung. Salah satunya dengan membuat lagu seperti yang dilakukan KPU Kota Surabaya untuk mengenalkan Pilwali Surabaya 2005.

Oleh: M Subchan Sholeh

Ulfah, anggota KPU Surabaya menunjukkan mars untuk Pilkada Surabaya 2005

Pilkada pemilihan kepala daerah dan wakilnya

Pada tanggal dua puluh tujuh juni dua ribu lima

Kita sukseskan

Pastikan pilihanmu dengan hati nurani

Karena pilihan langsung tanpa tekanan

Hindari keributan dan perpecahan

Demi pembangunan dan kemajuan

Warga Kota Surabaya

Dilihat dari liriknya, lagu di atas jelas bukan lagu biasa. Lagu ciptaan A Madjid itu merupakan Mars Pilkada yang digunakan KPU Kota Surabaya dalam sosialisasi pilkada langsung. Tapi siapa tahu jika proses rekaman lagu itu hanya 4 jam.

Ulfah SH, anggota KPU yang dalam pilkada langsung bertanggungjawab sebagai ketua pokja sosialisasi mengaku harus menyiapkan berbagai media sosialisasi yang efektif kepada publik. Di samping media sosialisasi konvensional seperti lewat dialog, poster, leaflet, buku saku atau simulasi. Terbersit ide untuk membuat lagu terkait pilkada. Inspirasinya dari KPU pusat yang saat pemilu 2004 lalu juga membuat mars.

Rencana membuat lagu ini sudah digagas sejak Februari bersamaan dengan penetapan SK KPU No. 01 tentang Tahapan Pilkada. Namun, karena KPU menjadwalkan menyelesaikan waktu sebulan untuk menyelesaikan pembuatan berbagai aturan teknis penyelenggaraan pilkada, pembuatan lagu itu sedikit terabaikan. Bahkan, hingga 30 Maret belum dilakukan proses rekaman kendati lirik dan aransemen telah selesai disusun A Madjid yang merupakan mantan staf Sekretariat KPU yang memiliki grup musik yang kerap bermain di sejumlah kafe. Padahal, rencananya lagu itu akan didengarkan dalam gelar pilkada di balai kota Surabaya pada 2 April.

Dua hari menjelang gelar pilkada, Ulfa dan Sekretaris KPU Aftha Heru Djatmiko sibuk mencari kelompok paduan suara untuk membawakan lagu itu. Ulfa pertama meminta bantuan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Surabaya (Ubaya) untuk membawakan lagu berdurasi 2 menit itu. Namun, upaya itu gagal karena PSM Ubaya sedang mengikuti lomba di Jawa Barat. Begitu juga dengan PSM universitas lain. Pilihan lantas dijatuhkan pada paduan suara SMA 9 Surabaya. lagi-lagi upaya ini gagal karena pembina paduan suara SMA 9 mengaku tak mampu mengumpulkan dan mengkoordinasikan dalam waktu singkat.

Takut gagal, lantas diputuskan untuk membawakan lagu itu sendiri. Ditunjuk Ulfah, Aftha dan Nurvita Amin (Kasubag Umum Sekretariat KPU). Ulfa dan Aftha dipilih karena kerapkali menyumbangkan suara saat ada kegiatan di internal KPU. Sedangkan Nurvita dipilih karena ia merupakan juara I Lomba Seriosa tahun 1991 itu. Maka, Jumat (1/4) pukul 22.00 rombongan kecil ini meluncur ke Studio Musik Nirwana. Sayang, studio ini telah tutup. Mereka beralih ke Studio Eleven, di kawasan Gubeng Kertajaya. Studio milik rekan Aftha ini juga telah tutup. Namun, mereka tak putus asa. Setelah menggedor-gedor pintu dan membangunkan pemilik studio, mereka akhirnya dapat melakukan rekaman.

“Karena pemilik studio masih teman Pak Aftha, jadi kami bisa rekaman disitu meskipun sedikit memaksa,” ujar Ulfah

Pada pukul 24.00, proses rekaman dimulai. Ulfah mendapat giliran membawakan mars itu dari awal sampai akhir. Selanjutnya gilirian Aftha dan Nurvita. Ini belum selesai karena mereka harus mengulang menyanyi beberapa lirik mars yang dinilai masih fals.

“Saya sampai mengulang 10 kali. Maklum, penyanyi cabutan,” kata Ulfah sambil tertawa.

Sekitar pukul 03.00, baru dilakukan mixing dengan komputer untuk menggabungkan suara mereka. Setelah di-mixing dan didengarkan, Ulfa seolah-olah menjadi penyanyi utama sedangkan Aftha dan Nurvita menjadi penyanyi latar.

Tak lama, mereka bergegas membawa kaset rekaman itu ke Balai Kota. Tepat pukul 06.00, mars pilkada dengan iringan musik swing jazz itu didengarkan pertama kali di hadapan ratusan PPK dan undangan yang menghadiri gelar pilkada. Kini, mars itu dapat didengar dalam tiap kegiatan sosialisasi KPU. Selain mars ini, KPU juga membuat lagu lain berjudul “Pilkadal Surabaya” yang dinyanyikan oleh Aftha. Lagu ciptaan Al Yahya ini proses rekamannya juga sangat sederhana. Aftha hanya merekam suara dengan alat perekam biasa dan iringan musik dari electone. Pasalnya, kiriman cakram padat (CD) berisi aransemen musik dan paduan suara yang membawakan lagu dari Al Yahya itu lamban diterima KPU. Padahal, KPU harus segera memutarnya sebagai iklan layanan masyarakat (ILM) yang diputar di delapan radio swasta.

“Nanti menjelang pemungutan suara lagu pilkada dari Al Yahya akan diputar di radio. Sementara masih memutar lagu yang dibawakan Pak Aftha,” pungkas Ulfah.

2 responses to this post.

  1. Posted by idris on November 5, 2009 at 10:12 pm

    punya file musiknya gak?

  2. sayangnya, saya nggak punya mas idris. soalnya, waktu itu kpu cuma buat versi kaset saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: