9
Nov
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. Ditandai:balok, brick, Lego, mainan anak, Nathan Sawaya. 6 Tanggapan
Di tangan Nathan Sawaya, balok mainan Lego bertransformasi menjadi karya seni yang menakjubkan. Nathan Sawaya adalah seorang seniman yang tinggal New York. Karya-karyanya yang sama sekali berbeda telah membuatnya dihormati. Baru-baru ini, Nathan memamerkan seni patung ukuran besar yang dibuatnya dari balok mainan Lego, di seluruh museum di wilayah Utara Amerika Serikat. Pamerannya saat itu diberi judul “The Art of the Brick “.

Inilah satu-satunya pameran yang menampilkan Lego sebagai media seni. Karya Nathan itu dibuat dari hampir sejuta keping balok. Nathan memulai berkarya dengan balok Lego pada awal tahun 2000-an. Selengkapnya
27
Okt
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. Ditandai:bangsa babi dan kera, Gaza, Michael Heart, Palestina, Yahudi, zionis. 2 Tanggapan
Postingan ini saya dedikasikan untuk saudara-saudara di Palestina yang tengah berjuang mengusir zionis dari Masjid Al Aqsa. Apapun yang terjadi, mereka tak boleh menyerah. Sama seperti ketika mereka berhasil mempertahankan Gaza dari agresi bangsa babi dan kera akhir tahun 2008 lalu. Situasi yang waktu itu menginspirasi Michael Heart menulis lagu “We Will Not Go Down”. Selengkapnya
26
Okt
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. Ditandai:Israel, Palestina, teroris, Yahudi, zionis. 4 Tanggapan
Dari milis seberang tentang sesuatu yang tidak pernah anda lihat di televisi mengenai teroris sesungguhnya di planet bumi. Selengkapnya
18
Okt
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. 7 Tanggapan
Sum, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya seorang bule dari Amerika bernama Robbie akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya. Sum menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris dan kamus tebal. Selengkapnya
6
Okt
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. Ditandai:foto, fotografer, jurnalis, kamerawan, obyek, pewarta foto, wartawan. 7 Tanggapan

Dari milis jurnalis, terekamlah aksi para fotografer dan kamerawan saat mengabadikan obyek dan momen penting. Apapun dilakukan demi menghasilkan gambar terbaik. Selengkapnya
5
Okt
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. 2 Tanggapan
Rekaman lensa yang di-forward dari milis jurnalis soal perjuangan hidup kaum urban di ibukota. Semoga ini akan membuat anda lebih bersyukur dibanding sebelumnya. Selengkapnya
29
Sep
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. Ditandai:bikers, macet, motor, pengendara, tipe. 6 Tanggapan
Saat ini, pertumbuhan jumlah kendaraan roda dua di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, mengalami kenaikan pesat. Sayangnya, ini berbanding terbalik dengan kualitas pengendaranya. Para “pemilik motor” sering mengendarai motornya tanpa mengindahkan kaidah, norma serta etika berkendara di jalan raya.

dok. vivanews.com
Berbeda dengan situasi lima sampai sepuluh tahun lalu dimana setiap “pemula” akan mendapatkan wejangan dari orang tua mengenai norma-norma dan kaidah-kaidah berkendara di jalan raya. Dewasa ini tipe-tipe pengendara motor bisa dilihat dari caranya mengendarai. Adapun jenis-jenisnya adalah sebagai berikut : Selengkapnya
29
Sep
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. Ditandai:Cinta Laura, Cinta Laura Kiehl, lagu Jawa, Suwe Ora Jamu. 5 Tanggapan

dok. cintalaura.blogseleb.com
Berikut ini adalah petikan wawancara wartawan (W) dengan Chinta Louwra (CL) yang dikutip dari milis EMBA, kiriman dari seorang teman.
W : “Terus Cinta ada rencana nyanyi gak?”
CL : “Akyu penghen jadi penyanyih seperci Mulan. Cinta kemaryin syudah nyanyi di dephan Ahmad Dhani, he had listen my voice. Katanya Ahmad Dhani, Cinta tinggal naik panggung aja.” Selengkapnya
25
Sep
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. Tinggalkan sebuah Komentar
Pucuk cemara tinggi menjulang, dahannya patah mohon dibetulkan.
Lebaran kini telah datang, khilaf dan salah mohon dimaafkan.
Perkenankan kami, M Subchan, Dinar Adriaty, dan Nadia Kalila Ramadhani mengucapkan taqabalallahu minna wa minkum. Kullu am wa antum bi khoir.

dok. rumah islami
15
Sep
Oleh M Subchan pada ARSIP 2009. Ditandai:Cak Nur, cendekiawan muslim, guru bangsa, HMI, Indonesia Kita, konvensi capres Golkar, Nurcholish Madjid, Pilpres 2004, PMKI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Chicago AS. 6 Tanggapan
”Jadilah bambu. Jangan jadi pisang. Daunnya lebar membuat anaknya tidak kebagian sinar matahari. Bambu lain rela telanjang asal anaknya, rebung, pakaiannya lengkap.”
Metafora itu berulang kali dilontarkan cendekiawan Nurcholish Madjid (66) dalam berbagai kesempatan. Mengingatkan bangsa ini betapa pentingnya menunda kesenangan untuk hari esok yang lebih baik. Menahan diri dari kemewahan dan mementingkan pendidikan.
”Bila perlu orangtua melarat, tapi anaknya sekolah dengan baik,” pesannya.

Nurcholish Madjid
Dalam buku pamungkasnya, Indonesia Kita, Cak Nur, panggilan akrab Nurcholish, menuturkan bahwa pendidikan adalah investasi paling strategis dan produktif. Karena itu, sudah sewajarnya jika pendidikan diletakkan pada salah satu tingkat paling tinggi dalam skala prioritas pembangunan bangsa dan negara.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Umumnya, hasilnya baru terlihat dalam 20 tahun atau satu generasi. Oleh karena itu, diperlukan ketabahan untuk menunda berbagai harapan kesenangan, dan untuk secara bersama-sama memikul beban penundaan itu. Khususnya dalam semangat ”lebih baik sekarang mandi keringat saat pendidikan daripada mandi darah saat perjuangan.”
Selengkapnya
Recent Comments