Transformasi Lego

Di tangan Nathan Sawaya, balok mainan Lego bertransformasi menjadi karya seni yang menakjubkan. Nathan Sawaya adalah seorang seniman yang tinggal New York. Karya-karyanya yang sama sekali berbeda telah membuatnya dihormati. Baru-baru ini, Nathan memamerkan seni patung ukuran besar yang dibuatnya dari balok mainan Lego, di seluruh museum di wilayah Utara Amerika Serikat. Pamerannya saat itu diberi judul “The Art of the Brick “.

nathan
Inilah satu-satunya pameran yang menampilkan Lego sebagai media seni. Karya Nathan itu dibuat dari hampir sejuta keping balok. Nathan memulai berkarya dengan balok Lego pada awal tahun 2000-an. Selengkapnya

Free Palestine !

Postingan ini saya dedikasikan untuk saudara-saudara di Palestina yang tengah berjuang mengusir zionis dari Masjid Al Aqsa. Apapun yang terjadi, mereka tak boleh menyerah. Sama seperti ketika mereka berhasil mempertahankan Gaza dari agresi bangsa babi dan kera akhir tahun 2008 lalu. Situasi yang waktu itu menginspirasi Michael Heart menulis lagu “We Will Not Go Down”. Selengkapnya

Teroris Sesungguhnya

Dari milis seberang tentang sesuatu yang tidak pernah anda lihat di televisi mengenai teroris sesungguhnya di planet bumi. Selengkapnya

Surat Cinta Mbak Sum

Sum, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya seorang bule dari Amerika bernama Robbie akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya. Sum menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris dan kamus tebal. Selengkapnya

It’s Not Hard !

poto19.jpg

Dari milis jurnalis, terekamlah aksi para fotografer dan kamerawan saat mengabadikan obyek dan momen penting. Apapun dilakukan demi menghasilkan gambar terbaik. Selengkapnya

Indonesian Superheroes

Rekaman lensa yang di-forward dari milis jurnalis soal perjuangan hidup kaum urban di ibukota. Semoga ini akan membuat anda lebih bersyukur dibanding sebelumnya. Selengkapnya

Tipe Pengendara Motor

Saat ini, pertumbuhan jumlah kendaraan roda dua di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, mengalami kenaikan pesat. Sayangnya, ini berbanding terbalik dengan kualitas pengendaranya. Para “pemilik motor” sering mengendarai motornya tanpa mengindahkan kaidah, norma serta etika berkendara di jalan raya.

dok. vivanews.com

dok. vivanews.com

Berbeda dengan situasi lima sampai sepuluh tahun lalu dimana setiap “pemula” akan mendapatkan wejangan dari orang tua mengenai norma-norma dan kaidah-kaidah berkendara di jalan raya. Dewasa ini tipe-tipe pengendara motor bisa dilihat dari caranya mengendarai. Adapun jenis-jenisnya adalah sebagai berikut : Selengkapnya

Cinta Laura Nyanyi Lagu Jawa

dok. cintalaura.blogseleb.com

dok. cintalaura.blogseleb.com

Berikut ini adalah petikan wawancara wartawan (W) dengan Chinta Louwra (CL) yang dikutip dari milis EMBA, kiriman dari seorang teman.

W : “Terus Cinta ada rencana nyanyi gak?”

CL : “Akyu penghen jadi penyanyih seperci Mulan. Cinta kemaryin syudah nyanyi di dephan Ahmad Dhani, he had listen my voice. Katanya Ahmad Dhani, Cinta tinggal naik panggung aja.” Selengkapnya

Selamat Idul Fitri !

Pucuk cemara tinggi menjulang, dahannya patah mohon dibetulkan.
Lebaran kini telah datang, khilaf dan salah mohon dimaafkan.
Perkenankan kami, M Subchan, Dinar Adriaty, dan Nadia Kalila Ramadhani mengucapkan taqabalallahu minna wa minkum. Kullu am wa antum bi khoir.

dok. rumah islami

dok. rumah islami

In Memoriam Nurcholish Madjid

”Jadilah bambu. Jangan jadi pisang. Daunnya lebar membuat anaknya tidak kebagian sinar matahari. Bambu lain rela telanjang asal anaknya, rebung, pakaiannya lengkap.”

Metafora itu berulang kali dilontarkan cendekiawan Nurcholish Madjid (66) dalam berbagai kesempatan. Mengingatkan bangsa ini betapa pentingnya menunda kesenangan untuk hari esok yang lebih baik. Menahan diri dari kemewahan dan mementingkan pendidikan.

”Bila perlu orangtua melarat, tapi anaknya sekolah dengan baik,” pesannya.

Nurcholish Madjid

Nurcholish Madjid

Dalam buku pamungkasnya, Indonesia Kita, Cak Nur, panggilan akrab Nurcholish, menuturkan bahwa pendidikan adalah investasi paling strategis dan produktif. Karena itu, sudah sewajarnya jika pendidikan diletakkan pada salah satu tingkat paling tinggi dalam skala prioritas pembangunan bangsa dan negara.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Umumnya, hasilnya baru terlihat dalam 20 tahun atau satu generasi. Oleh karena itu, diperlukan ketabahan untuk menunda berbagai harapan kesenangan, dan untuk secara bersama-sama memikul beban penundaan itu. Khususnya dalam semangat ”lebih baik sekarang mandi keringat saat pendidikan daripada mandi darah saat perjuangan.”

Selengkapnya